Niat Itu Paling Penting

Sahabatku semua, ini adalah posting pertama saya di blog ini, blog yang saya namakan dengan nama saya sendiri.

Pembahasan niat ini selalu berada dalam pemabahasan pertama, dalam segala hal, baik itu dalam karya tulis atau dalam ceramah-ceramah. Ulama' dahulu mereka ketika hendak memulai pembahasan di karya tulisnya, mereka memulai dengan hadits yang sangat masyhur,


عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Ini adalah hadits yang saya nukilkan dari Hadits Arba'in An Nawawiyah, yang dikarang oleh Imam An Nawawi Rohimahullah, beliau memulai membukan 42 hadits yang dia pilih tetang Ushuluddin, dengan hadits berkaitan dengan nait yang sangat masyhur, ini menunjukkan pentingnya pembahasan tentang niat ini.

Disana terdapat beberapa ulama' yang menjadikan hadits ini pembuka dalam pembahasan kitab-kitab mereka antara lain : Imam Al Bukhori dalam Shohihnya, Imam Abdul Ghoni Al Maqdisi dalam Umdatul Ahkam, dan Imam An Nawawi dalam Arba'innya, dan ulama' yang lainnya.

Di ma'had sayapun demikian, setiap mau ada acara-acara besar, semisal Mukhoyamah, Siyahah, dll, pasti Mudabbirnya mengingatkan tentang niat ini. Intinya urgensi niat ini nggak diragukan lagi.

Kok Bisa Penting? 

Bagimana nggak penting, dengan niatlah amal perbuatan kita akan dibalas. Kalau beramal tapi niatnya nggak bener, berarti balasannya nggak bisa diharapkan pula. Dengan niat juga, kita semangat beramal kita akan tetap baja. Mungkin orang berniat menegakkan agama Allah, diawal dia masih dengan niat yang lurus dan semangat yang berkobar, tapi di penghujung amalnya, niatnyapun berubah, makan semangatnyapun akan pudar.

Niat? Jawab Dulu 2 Hal Ini!

Yang terpenting, dalam berniat, kita harus menjawab 2 pertanyaan dalam hati kita :

1. Niat untuk apa?

2. Niat kepada siapa?

Pertanyaan pertama untuk membedakan amalan kita mau dinaiikin apa? Misalkan kita masuk masjid pagi-pagi, dimasjid sholat 2 rokaat, tapi pertanyaannya : 2 rokaat itu sholat apa? Apa sholat 2 rokaat sebelum Subuh atau sholat Subuh? Ini dibedakan dengan niat jenis pertama. Ini berlaku dalam puasa, nyembelih, dll.

Sedangkan pertanyaan kedua untuk membedakan, amalan kita mau dibawa kemana? Apakah untuk Allah Ta'ala semata, atau kepada yang lain? Niat kepada Allah Ta'ala, inilah yang disebut dengan ikhlas.

Ini mungkin sedikit tentang niat, semoga bermanfaat...

0 Response to "Niat Itu Paling Penting"